Selasa, 20 April 2010
Kamis, 25 Maret 2010
TAKARAN OLI SUSPENSI
Rabu, 24 Maret 2010
Sesuaikan Dengan Karakter
KARBURATOR ALTERNATIF
SETING KARBURATOR
Rata-rata pada saat kita service karburator, setelan angin (air screw) dicari dengan patokan teriakan mesin tertinggi, bahkan di geber sampe putaran gas FULL. Masing-masing cara orang memang beda menerapkannya tapi tujuannya sama adalah mencari settingan yang pas.
Berikut adalah diagram panduan (secara teori) untuk setting airscrew (IDLE) & PJ khususnya.
Carb Tuning Keihin 1:


sumber: keihin
Terlihat pada hampir 1/2 putaran gas, setting AirScrew dan PJ tidak berfungsi lagi. Justru kita bisa lihat perpindahan antara PJ dan MJ di isi oleh clip position, tapi sayang Karburator yg kita pakai khususnya Keihin PE tidak ada setelan klipnya. Pada putaran gas 3/4 s/d Full hanya MJ berfungsi.
Carb Tuning Keihin 2:

sumber: keihin

sumber: http://www.quadparts.co.za
Carb Tuning Keihin 3 (Graham Bell):

A = most effective
B = fairly effective
C = small influence
D = no influence
Jika berpatokan pada diagram 1 s/d 3, setting airscrew di setting pada saat IDLE (RPM 2000), dicari nafas tertinggi. Jika sudah menemukan nafas tertinggi cek putaran anginya, jika lebih dari 2 putaran turunkan PJ 1 step, jika kurang dari 1 putaran naikan PJ 1 step. Untuk memastikan settingan sudah pas atau belum lihatlah kondisi BUSI. Jika Merah bata berati passs & motorpun menghasilkan performa maksimal & IRIT !!!
Untuk pemakaian sehari-hari pembacaan kondisi busi lebih ke penggunaan PJ, why? lihat tabel, penggunaan MJ di putaran gas 3/4 s/d FULL. Untuk mengecek MJ nya sendiri dilakukan dengan cara gas full (geber) diatas 8000 RPM lalu gigi 4 atau gigi 5 lalu matikan kontak & teken kopling (sepersekian detik) dan langsung cek busi. Namun cara itu tidak semua orang bisa melakukannya. Saya pribadi untuk menentukan MJ sudah pas atau belum feeling aja pada saat kita geber. MJ terlalu besar akan terasa lama naik ke RPM. MJ terlalu kecil nafas akan cepat habis.
Sumber:
http://asulaeman.wordpress.com/2007/07/08/setting-karburator-menurut-keihin-mikuni-g-bell/
Berikut adalah diagram panduan (secara teori) untuk setting airscrew (IDLE) & PJ khususnya.
Carb Tuning Keihin 1:
sumber: keihin
Terlihat pada hampir 1/2 putaran gas, setting AirScrew dan PJ tidak berfungsi lagi. Justru kita bisa lihat perpindahan antara PJ dan MJ di isi oleh clip position, tapi sayang Karburator yg kita pakai khususnya Keihin PE tidak ada setelan klipnya. Pada putaran gas 3/4 s/d Full hanya MJ berfungsi.
Carb Tuning Keihin 2:
sumber: keihin
sumber: http://www.quadparts.co.za
Carb Tuning Keihin 3 (Graham Bell):
A = most effective
B = fairly effective
C = small influence
D = no influence
Jika berpatokan pada diagram 1 s/d 3, setting airscrew di setting pada saat IDLE (RPM 2000), dicari nafas tertinggi. Jika sudah menemukan nafas tertinggi cek putaran anginya, jika lebih dari 2 putaran turunkan PJ 1 step, jika kurang dari 1 putaran naikan PJ 1 step. Untuk memastikan settingan sudah pas atau belum lihatlah kondisi BUSI. Jika Merah bata berati passs & motorpun menghasilkan performa maksimal & IRIT !!!
Untuk pemakaian sehari-hari pembacaan kondisi busi lebih ke penggunaan PJ, why? lihat tabel, penggunaan MJ di putaran gas 3/4 s/d FULL. Untuk mengecek MJ nya sendiri dilakukan dengan cara gas full (geber) diatas 8000 RPM lalu gigi 4 atau gigi 5 lalu matikan kontak & teken kopling (sepersekian detik) dan langsung cek busi. Namun cara itu tidak semua orang bisa melakukannya. Saya pribadi untuk menentukan MJ sudah pas atau belum feeling aja pada saat kita geber. MJ terlalu besar akan terasa lama naik ke RPM. MJ terlalu kecil nafas akan cepat habis.
Sumber:
http://asulaeman.wordpress.com/2007/07/08/setting-karburator-menurut-keihin-mikuni-g-bell/
Sepuluh Hal Yang Harus Pengemudi Mobil Ketahui Mengenai Motor
1. Ada lebih banyak mobil dan truk daripada motor di jalan raya (kondisi di Amerika -red), dan banyak pengemudi mobil tidak menyadari motor; mereka mengacuhkannya (biasanya tidak karena tidak disengaja). Perhatikan motor, terutama ketika melewati persimpangan.
2. Karena ukurannya yang kecil, motor mungkin terlihat lebih jauh daripada yang sesungguhnya. Mungkin sulit juga untuk memperkirakan kecepatan sesungguhnya. Ketika melewati persimpangan atau ketika akan
keluar/masuk ke jalur, selalu tanamkan bahwa motor itu lebih dekat daripada yang terlihat.
3. Karena ukurannya yang kecil, motor dapat dengan mudah tersembunyi dalam blind spot mobil (pintu, pilar atap) atau tersamar dengan objek atau latar belakangnya (jembatan, pagar dll). Tambahkan waktu lebih untuk mengecek dengan teliti, ketika akan bergeser jalur atau
berbelok.
4. Karena ukurannya yang kecil, motor terlihat bergerak lebih cepat dari sesungguhnya. Jangan berasumsi bahwa seluruh pengendara motor adalah monster pemuja kecepatan.
5. Pengendara motor acapkali memperlambat kendaraan dengan menurunkan gigi atau mengendurkan gas, sehingga lampu rem tidak menyala. Beri jarak lebih, sekitar 3 atau 4 detik. Ketika di persimpangan, prediksikan pengendara motor memperlambat kendaraan tanpa memberikan peringatan yang terlihat.
6. Lampu sein tidak mati sendiri setelah berbelok, beberapa pengendara (terutama pengendara baru) lupa untuk mematikannya setelah berbelok atau pindah jalur. Pastikan lampu sein pengendara motor itu memang
ditujukan untuk berbelok atau berpindah jalur.
7. Pengendara motor terkadang menyesuaikan posisi dalam jalurnya agar mudah terlihat dan untuk meminimalkan efek debu jalan, kendaraan yang lewat dan arah angin. Pahami bahwa pengendara motor menyesuaikan
posisinya di jalur untuk sebuah tujuan, bukan ceroboh atau pamer atau mengijinkan Anda untuk berbagi jalur.
8. Bisa bermanuver adalah karakteristik motor, terutama pada kecepatan rendah dan kondisi jalan yang baik, tetapi jangan berharap pengendara motor selalu bisa bermanuver dengan baik di jalan raya.
9. Jarak pengereman motor hampir sama dengan mobil, tetapi jalan licin membuat motor lebih sulit berhenti. Beri jarak lebih jauh di belakang motor karena mereka tidak selalu bisa berhenti dengan cepat.
10. Ketika motor bergerak, jangan berpikir bahwa itu adalah sebuah motor; pikirkan dia sebagai seorang manusia.
Sumber: Otoplus
2. Karena ukurannya yang kecil, motor mungkin terlihat lebih jauh daripada yang sesungguhnya. Mungkin sulit juga untuk memperkirakan kecepatan sesungguhnya. Ketika melewati persimpangan atau ketika akan
keluar/masuk ke jalur, selalu tanamkan bahwa motor itu lebih dekat daripada yang terlihat.
3. Karena ukurannya yang kecil, motor dapat dengan mudah tersembunyi dalam blind spot mobil (pintu, pilar atap) atau tersamar dengan objek atau latar belakangnya (jembatan, pagar dll). Tambahkan waktu lebih untuk mengecek dengan teliti, ketika akan bergeser jalur atau
berbelok.
4. Karena ukurannya yang kecil, motor terlihat bergerak lebih cepat dari sesungguhnya. Jangan berasumsi bahwa seluruh pengendara motor adalah monster pemuja kecepatan.
5. Pengendara motor acapkali memperlambat kendaraan dengan menurunkan gigi atau mengendurkan gas, sehingga lampu rem tidak menyala. Beri jarak lebih, sekitar 3 atau 4 detik. Ketika di persimpangan, prediksikan pengendara motor memperlambat kendaraan tanpa memberikan peringatan yang terlihat.
6. Lampu sein tidak mati sendiri setelah berbelok, beberapa pengendara (terutama pengendara baru) lupa untuk mematikannya setelah berbelok atau pindah jalur. Pastikan lampu sein pengendara motor itu memang
ditujukan untuk berbelok atau berpindah jalur.
7. Pengendara motor terkadang menyesuaikan posisi dalam jalurnya agar mudah terlihat dan untuk meminimalkan efek debu jalan, kendaraan yang lewat dan arah angin. Pahami bahwa pengendara motor menyesuaikan
posisinya di jalur untuk sebuah tujuan, bukan ceroboh atau pamer atau mengijinkan Anda untuk berbagi jalur.
8. Bisa bermanuver adalah karakteristik motor, terutama pada kecepatan rendah dan kondisi jalan yang baik, tetapi jangan berharap pengendara motor selalu bisa bermanuver dengan baik di jalan raya.
9. Jarak pengereman motor hampir sama dengan mobil, tetapi jalan licin membuat motor lebih sulit berhenti. Beri jarak lebih jauh di belakang motor karena mereka tidak selalu bisa berhenti dengan cepat.
10. Ketika motor bergerak, jangan berpikir bahwa itu adalah sebuah motor; pikirkan dia sebagai seorang manusia.
Sumber: Otoplus
Kenali Mesin Motor Yang Sedang Bermasalah
Mesin motor merupakan elemen terpenting bagi sebuah kendaraan. Tetapi saat anda ingin menyalakan mesin ternyata mesin tidak dapat dihidupkan meski kuncinya sudah diputar ke arah start. Hal ini pasti akan membuat anda bingung karena anda harus berangkat kerja.
Ada baiknya anda belajar memahami menyalakan mesin saat baterai atau motor starter dalam keadaan rusak. Biasanya mesin boleh dihidupkan dengan cara berikut ini. Yang pertama adalah menghidupkan mesin dengan mendorong kendaraan (untuk mesin manual). Lalu nyalakan suis dan doronglah motor anda hingga ke tepi jalan. Apabila mesin sudah berfungsi, gas motor anda berulang kali untuk meninggikan putaran mesin. Biarkan mesin hidup kira-kira lima menit.
Menggunakan prosedur yang sama, mesin juga dapat dihidupkan dengan cara ditarik kenderaan lain. Prosedur kedua cara itu tidak dapat digunakan untuk mesin automatik.
Atau anda bisa melakukan cara lainnya yaitu menghidupkan mesin dengan pertolongan bateri dari kenderaan lain. Jika ada kendaraan lain dengan bateri yang baik dan tersedia kabel yang cukup panjang maka enjin dapat dihidupkan dengan menghubungkan terminal positif dengan positif dan negatif dengan negatif dari kedua-dua kenderaan itu. Kaedah ini dapat dilakukan apabila kedua bateri memiliki kekuatan yang sama.
Satu lagi masalah yang mungkin dihadapi ialah motor starter berfungsi tetapi mesin tidak dapat dihidupkan. Saat suis kontak starter diputar, motor starter berfungsi tetapi gandar mesin tidak berputar. Dalam keadaan lain pula, ketika suis kontak starter diputar, mesin dapat berfungsi tetapi tidak berjalan dengan baik dan kemudian mati dengan tiba-tiba.
Apabila starter dan bateri dalam keadaan baik dan tidak menghadapi masalah, tentu ada sebab lain motor anda tidak bisa dinyalakan. Ini mungkin disebabkan kehabisan bensin dan terkadang bikers lupa mengisi bensin mesin.
Untuk mengatasinya, belilah bensin empat atau lima liter dan masukkan ke dalam tangki. Nyalakan mesin dan tekan pedal kuat-kuat hingga mengaum untuk memastikan bensin memasuki ruang mesin.
Apabila motor starter berfungsi dan dapat memutar gandar mesin dengan baik tetapi mesin tidak dapat berfungsi maka hal itu menunjukkan kerusakan tidak berlaku pada bateri dan peralatan start.
Biasanya apabila proses mampatan dapat berjalan lancar, mesin tidak akan secara tiba-tiba rusak. Tetapi kerusakan harus dicari pada sistem penyaluran bensin dan sistem penyalaannya.
Bila keadaan itu terjadi, masalah yang harus diperiksa adalah adakah minyak dalam tangki, adakah minyak dalam karburator cukup. Jika cukup maka menandakan bahwa kerusakan mungkin terletak pada sistem penyalaan.
Jika melimpah pula (karburator basah), mesin sukar dihidupkan karena minyak yang masuk dalam ruang pembakaran terlalu banyak. Minyak melimpah biasanya terjadi karena tutup jarum yang mengendalikan kemasukan minyak ke ruang pelampung (dalam karburator) tidak berfungsi, mungkin kerana tersekat habuk.
Jika melimpah adalah sebab kegagalan mesin dihidupkan, keluarkan minyak daripada karburator, bersihkan kotoran di tutup jarum dan masuk semula minyak.
Mesin yang karburator melimpah bisa dinyalakan dengan cara berikut. Pijak pedal bensin sepenuhnya, jalankan motor starter. Minyak yang masuk dari karburator ke silinder melalui saluran isap dapat dihilangkan dan selepas itu mesin dapat berfungsi. Kawal injak minyak sedemikian sehingga putaran mesin terlalu tinggi.
Meskipun demikian, ada kemungkinan enjin tidak dapat berfungsi sedangkan karburator tetap melimpah. Jika anda tidak bisa melakukannya sendiri sebaiknya anda pergi ke bengkel yang sudah jadi langganan anda untuk diperbaiki.
Sumber : Motorplus
Ada baiknya anda belajar memahami menyalakan mesin saat baterai atau motor starter dalam keadaan rusak. Biasanya mesin boleh dihidupkan dengan cara berikut ini. Yang pertama adalah menghidupkan mesin dengan mendorong kendaraan (untuk mesin manual). Lalu nyalakan suis dan doronglah motor anda hingga ke tepi jalan. Apabila mesin sudah berfungsi, gas motor anda berulang kali untuk meninggikan putaran mesin. Biarkan mesin hidup kira-kira lima menit.
Menggunakan prosedur yang sama, mesin juga dapat dihidupkan dengan cara ditarik kenderaan lain. Prosedur kedua cara itu tidak dapat digunakan untuk mesin automatik.
Atau anda bisa melakukan cara lainnya yaitu menghidupkan mesin dengan pertolongan bateri dari kenderaan lain. Jika ada kendaraan lain dengan bateri yang baik dan tersedia kabel yang cukup panjang maka enjin dapat dihidupkan dengan menghubungkan terminal positif dengan positif dan negatif dengan negatif dari kedua-dua kenderaan itu. Kaedah ini dapat dilakukan apabila kedua bateri memiliki kekuatan yang sama.
Satu lagi masalah yang mungkin dihadapi ialah motor starter berfungsi tetapi mesin tidak dapat dihidupkan. Saat suis kontak starter diputar, motor starter berfungsi tetapi gandar mesin tidak berputar. Dalam keadaan lain pula, ketika suis kontak starter diputar, mesin dapat berfungsi tetapi tidak berjalan dengan baik dan kemudian mati dengan tiba-tiba.
Apabila starter dan bateri dalam keadaan baik dan tidak menghadapi masalah, tentu ada sebab lain motor anda tidak bisa dinyalakan. Ini mungkin disebabkan kehabisan bensin dan terkadang bikers lupa mengisi bensin mesin.
Untuk mengatasinya, belilah bensin empat atau lima liter dan masukkan ke dalam tangki. Nyalakan mesin dan tekan pedal kuat-kuat hingga mengaum untuk memastikan bensin memasuki ruang mesin.
Apabila motor starter berfungsi dan dapat memutar gandar mesin dengan baik tetapi mesin tidak dapat berfungsi maka hal itu menunjukkan kerusakan tidak berlaku pada bateri dan peralatan start.
Biasanya apabila proses mampatan dapat berjalan lancar, mesin tidak akan secara tiba-tiba rusak. Tetapi kerusakan harus dicari pada sistem penyaluran bensin dan sistem penyalaannya.
Bila keadaan itu terjadi, masalah yang harus diperiksa adalah adakah minyak dalam tangki, adakah minyak dalam karburator cukup. Jika cukup maka menandakan bahwa kerusakan mungkin terletak pada sistem penyalaan.
Jika melimpah pula (karburator basah), mesin sukar dihidupkan karena minyak yang masuk dalam ruang pembakaran terlalu banyak. Minyak melimpah biasanya terjadi karena tutup jarum yang mengendalikan kemasukan minyak ke ruang pelampung (dalam karburator) tidak berfungsi, mungkin kerana tersekat habuk.
Jika melimpah adalah sebab kegagalan mesin dihidupkan, keluarkan minyak daripada karburator, bersihkan kotoran di tutup jarum dan masuk semula minyak.
Mesin yang karburator melimpah bisa dinyalakan dengan cara berikut. Pijak pedal bensin sepenuhnya, jalankan motor starter. Minyak yang masuk dari karburator ke silinder melalui saluran isap dapat dihilangkan dan selepas itu mesin dapat berfungsi. Kawal injak minyak sedemikian sehingga putaran mesin terlalu tinggi.
Meskipun demikian, ada kemungkinan enjin tidak dapat berfungsi sedangkan karburator tetap melimpah. Jika anda tidak bisa melakukannya sendiri sebaiknya anda pergi ke bengkel yang sudah jadi langganan anda untuk diperbaiki.
Sumber : Motorplus
Langganan:
Komentar (Atom)